Berdasarkan penjelasan yang doisampaikan oleh bapak Muh.Aniq, Pola pikir adalah skema yang terus berkembang terus menerus. Skema merupakan realitas yang kita pelajari supaya menjadi ilmu (mbalung sum-sum). Sesuatu yang kita ramu untuk kita sendiri, namun yang kita suguhkan pada orang lain hanya keindahan-keindahan.
Manusia itu artinya saling. Saling sejajar, saling mengisi dan tidak pasif. Tidak ada senior tidak ada junior, tidak ada superior tidak ada interior. Seperti halnya cinta. Cinta itu tidak dapat dilihat namun yang muncul adalah realitasnya. Cinta melahirkan mencintai dan dicintai. Apakah kita hanya ingin mencintai saja? Atau dicintai saja? Tentu tidak, kita juga ingin dicintai dan mencintai.
Terjadinya pola pikir itu sejak pembunuhan pertama yang dilakukan Qabil terhadap Habil pada zaman Nabi Adam. Pembunuhan Habil disaksikan oleh burung Gagak. Gagak menurut metologi jawa adalah hewan yang membawa kabar buruk atau kematian dengan cara yang sadis atau sejenisnya. Burung Gagak menyaksikan bagaimana realitas pembunuhan pertama kali habil. Pada saat Habil meninggal, Qabil kebingungan kesana kemari mau diapakan jasad Habil ini selama kurang lebih 100 tahun dan burung Gagak menyaksikan hal tersebut sambil tertawa-tawa. Pada saat peristiwa Qabil membunuh Habil, itu terjadi diwaktu yang sama Gagak membunuh Gagak. Kemudian Gagak membawa Gagak yang mati tersebut turun didekat Qabil dan menggali tanah dengan paruhnya kemudian memasukan gagak yang mati tersebut ke tanah. Qabil melihat apa yang dilakukan gagak tersebut kemudian menirunya. Itulah terjadinya pola pikir pertama kali.
Sejatinya kebaikan ataupun keburukan itu sudah ada contoh atau teladanya sejak zaman dahulu. Bergantung kita memilih akan meneladani yang mana? Kebaikan atau justru keburukan? Pada setiap peristiwa atau fenomena bisa kita petik hikmahnya dengan  cara mengambil sisi-sisi mana yang kamu anggap baik dan mana yang kamu anggap tidak baik?

Komentar

Postingan populer dari blog ini